Gardian: Memberdayakan 20 Ribu Pemuda untuk Transformasi Pendidikan di Indonesia

Indonesia, dengan populasi muda yang besar, menyimpan potensi untuk kemajuan. Namun, tanpa dasar pendidikan yang strong, potensi ini sulit terwujud. Dalam konteks tersebut, lahirlah gerakan menginspirasi yang disebut Gardian, bertekad untuk mengerahkan 20 ribu pemuda guna meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri. Ini lebih dari sekadar inisiatif; ini adalah wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Pentingnya Gardian: Pendidikan Sebagai Pondasi Bangsa

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Negara-negara maju selalu didukung oleh sumber daya manusia berkualitas. Namun, ketimpangan pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Banyak daerah terpencil kekurangan pengajar, fasilitas yang layak, bahkan akses ke pembelajaran inovatif. Gardian mencoba menjawab tantangan ini. Dengan memfokuskan pada pemberdayaan pemuda sebagai agen perubahan, Gardian bertujuan untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dari Sabang hingga Merauke. 1NMENANG referensi Tautan 1NWIN

Melangkah Bersama: Strategi dan Dampak Gardian

Gerakan Gardian menekankan pada kuantitas dan kualitas. Para pemuda yang bergabung akan mendapatkan pelatihan dalam pengajaran modern-day, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan karakter. Mereka akan ditempatkan di berbagai daerah bekerja sama dengan sekolah dan komunitas lokal untuk membangun ekosistem belajar yang lebih kondusif dan inspiratif.

Gerakan 20 ribu pemuda Gardian diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan:

  • Peningkatan Akses dan Kualitas: Kehadiran pemuda Gardian dapat mengurangi kesenjangan pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).
  • Inovasi Pembelajaran: Pemuda membawa energi dan gagasan baru, memperkenalkan metode pembelajaran interaktif yang sesuai zaman.
  • Penguatan Karakter: Gardian menitikberatkan pada pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan ethical pada generasi muda.
  • Pemberdayaan Komunitas: Gerakan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pendidikan, membentuk rasa memiliki dalam perkembangan pendidikan lokal.

Gardian: 20 Ribu Pemuda Penggerak Pendidikan Indonesia adalah bukti konkret bahwa kolaborasi dan semangat kepemudaan dapat menjadi kekuatan transformasi untuk kemajuan bangsa.

Kolaborasi Multisektoral: Kunci Sukses Gardian

Kesuksesan Gardian didukung oleh berbagai pihak. Kerja sama dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum adalah kunci utama. Dengan sinergi kuat, Gardian menjadi bukan hanya sebuah program, tetapi gerakan nasional yang secara berkelanjutan mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. Masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan kita, dan Gardian merupakan salah satu pilar penting untuk mewujudkannya.

Relief Efforts: Kemenag Presents Academic Relaxation for Flood-Affected PTKI in Sumatera

Bencana banjir dan tanah longsor di bagian Sumatera telah membawa duka dan kerugian besar, termasuk di sektor pendidikan. Ribuan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di berbagai daerah terdampak langsung dan menghadapi tantangan besar untuk melanjutkan aktivitas akademik. Menyikapi situasi darurat ini, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia segera mengambil langkah proaktif dengan menerapkan kebijakan relaksasi akademik. Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi solusi di tengah kesulitan untuk memastikan keamanan dan kelanjutan pendidikan bagi mahasiswa PTKI yang terdampak.

Dampak Banjir pada Pendidikan Tinggi Keagamaan

Bencana di Sumatera telah memberikan dampak signifikan pada banyak komunitas, termasuk lingkungan akademik. Information menunjukkan setidaknya 30 perguruan tinggi mengalami kerusakan serius, dari fasilitas kampus hingga hambatan aksesibilitas dan gangguan pasokan listrik serta komunikasi. Situasi ini mengganggu proses belajar mengajar, pelaksanaan ujian, dan penelitian. Mahasiswa menghadapi kehilangan akses fisik ke kampus dan kesulitan psikologis serta finansial akibat bencana ini, berisiko kehilangan term, menunda kelulusan, atau bahkan berhenti studi. 1nmenang

Relaksasi Akademik dari Kemenag

Memahami urgensi situasi, Kemenag bergerak cepat menerbitkan kebijakan relaksasi akademik. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa PTKI yang terdampak agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Bentuk relaksasi ini meliputi penyesuaian jadwal kuliah dan ujian, perpanjangan masa studi, hingga kebijakan khusus terkait pembayaran SPP atau dukungan finansial lainnya. Kebijakan ini menunjukkan perhatian nyata pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan, terutama di lingkungan PTKI yang penting dalam mencetak cendekiawan muslim di Indonesia.

Sinergi Penanganan dari Kemdiktisaintek

Bencana ini ditangani bersama oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang juga mengambil langkah strategis untuk memulihkan kampus terdampak banjir di Sumatera. Fokusnya adalah pada pemulihan infrastruktur kampus, penyediaan bantuan teknis, dan dukungan bagi dosen serta staf pengajar. Kerja sama antar kementerian ini memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mengembalikan institusi pendidikan dan melanjutkan aktivitas akademik dengan regular.

Banjir di Aceh menghentikan aktivitas PTS sehingga beberapa kampus terisolasi dan menunda kegiatan akademik selama 1 hingga 2 minggu.

Harapan dan Langkah ke Depan

Relaksasi akademik dan upaya pemulihan ini merupakan langkah penting. Namun, tantangan berikutnya ialah membangun ketahanan sistem pendidikan tinggi untuk lebih siap menghadapi bencana serupa di masa depan. Ini mencakup pengembangan infrastruktur kampus tahan bencana, sistem pembelajaran jarak jauh yang strong, dan program dukungan psikososial bagi sivitas akademika. Dengan demikian, meskipun bencana kembali terjadi, semangat belajar mengajar tetap terjaga.

Relokasi Dihantui: Cerita SMAN 37 Jakarta di Ambang Rel

SMAN 37 Jakarta, sebuah sekolah menengah atas yang terletak di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, menghadirkan suasana belajar yang unik dan berbeda. Berlokasi hanya sekitar lima meter dari rel kereta api aktif, institusi ini menawarkan pengalaman belajar yang khas, di mana suara dan getaran kereta menjadi latar belakang konstan selama proses pembelajaran berlangsung.

Gangguan Suara Mobil Dalam Proses Pembelajaran

Bayangkan sebuah ruang kelas di mana setiap beberapa menit, dari 3 hingga 5 menit, kebisingan dan getaran kuat dari kereta yang melintas mengganggu konsentrasi. Itulah kenyataan yang dihadapi oleh para siswa dan expert di SMAN 37 Jakarta. Suara bising mencapai 70 desibel mengharuskan kegiatan belajar mengajar berhenti sejenak. Meja bergetar, papan tulis bergoyang, dan materi pelajaran harus menunggu sampai kereta lewat. Kondisi ini tentunya menjadi tantangan besar untuk mencapai proses belajar yang efektif.

Adaptasi dan Harapan di Tengah Kondisi Menantang

Meski menghadapi tantangan berat, civitas akademika SMAN 37 Jakarta menunjukkan sikap adaptif yang luar biasa. Para expert menerapkan cara kreatif dalam menyampaikan pelajaran, sementara siswa berusaha memelihara fokus. Namun, di balik semangat adaptasi ini, ada harapan akan terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman.

Isu keselamatan juga menjadi perhatian penting. Kedekatan dengan rel kereta api mengundang risiko yang tak bisa diabaikan, baik bagi siswa maupun staf. Oleh karena itu, ide relokasi sekolah menjadi topik diskusi yang hangat dan mendesak. Situs Togel

Relokasi sebagai Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pendidikan, telah mengumumkan rencana untuk merelokasi dan mendirikan ulang SMAN 37 Jakarta. Lokasi baru yang berjarak sekitar 1 kilometer dari tempat lama diharapkan menawarkan solusi permanen terhadap masalah kebisingan, getaran, dan risiko keselamatan yang selama ini dihadapi.

Proses relokasi ini tidak hanya tentang pemindahan bangunan sekolah secara fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih perfect, di mana siswa dapat berkonsentrasi penuh tanpa gangguan, dan expert dapat mengajar lebih nyaman. Dengan lokasi yang lebih aman dan tenang, SMAN 37 Jakarta diharapkan semakin meraih prestasi dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Menyambut Period Baru Pendidikan Berkualitas

Cerita SMAN 37 Jakarta menjadi pengingat akan pentingnya lingkungan pendukung untuk pendidikan yang efektif. Relokasi ini merupakan langkah maju bagi sekolah, menandai awal baru untuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan komunitas sekolah. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, SMAN 37 Jakarta siap menghadapi masa depan yang lebih cerah, bebas dari ‘harmonika kereta’ yang telah lama menjadi bagian dari sejarah akademisnya.

Dari Seragam Sekolah ke Dunia Kerja: Pilihan Anak Jakarta

Ada fenomena yang berkembang di Jakarta di mana anak-anak lebih memilih pekerjaan daripada melanjutkan pendidikan resmi mereka, sebuah skenario yang akhirnya menjadi permasalahan serius. Kenyataan di antara pusat-pusat keuangan terbesar di Indonesia ini menimbulkan keprihatinan mendalam mengenai kekhawatiran, kondisi sosial, dan masa depan generasi muda. Informasi dan laporan terkini mengungkapkan bahwa pilihan untuk “mengganti seragam sekolah dengan pakaian kerja” biasanya lebih didorong oleh kebutuhan dibandingkan pilihan.

Opsi Penimbangan: Persyaratan Pendidikan vs. Ekonomi

Laporan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Barat, menyoroti semakin banyaknya anak yang terpaksa putus sekolah untuk bekerja. Faktor utama yang biasanya disebutkan adalah tekanan keuangan pada rumah tangga mereka. Di lingkungan perkotaan yang dinamis, yang dikenal dengan biaya hidup yang tinggi, rumah tangga terjebak di antara menjamin anak-anak mereka tetap bersekolah dan memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari.

Anak-anak ini, yang masih dalam usia sekolah, merasakan beban untuk menambah penghasilan keluarga. Hal ini merupakan pengorbanan yang besar karena mereka menyerahkan hak mereka atas pendidikan yang layak untuk mendukung kelangsungan hidup rumah tangga mereka.

Suara Isu dari Berbagai Tempat

Kekhawatiran ini tidak hanya mendapat perhatian pemerintah federal tetapi juga mengkhawatirkan masyarakat umum. Berbagai media seperti Kompas.com dan Detik.com pun turut menyoroti kekhawatiran ini, menyoroti kerumitan dan dampaknya terhadap masa depan anak. Terdapat peningkatan tekanan atas kemungkinan hilangnya kesempatan bagi anak-anak ini untuk berkembang secara efisien, sehingga menjebak mereka dalam siklus kesulitan karena terbatasnya akses terhadap pendidikan dan kemampuan.

Intervensi dan Harapan: Bantuan untuk Masa Depan

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil tindakan untuk mengatasinya. Langkah konkrit sedang disiapkan untuk mengatasi angka putus sekolah yang disebabkan oleh unsur keuangan. Salah satu upayanya adalah dengan menawarkan bantuan ekstensif bagi anak-anak yang didorong untuk bekerja, bersama dengan program pelatihan kemampuan yang sejalan dengan pasar kerja.

Tujuannya adalah untuk membekali mereka secara memadai agar dapat menyelesaikan pekerjaan mereka sekaligus memotivasi mereka untuk tidak meninggalkan pendidikan sama sekali. Program-program ini dimaksudkan sebagai jembatan yang memungkinkan anak-anak untuk mengejar impian mereka atau, paling tidak, melindungi masa depan yang lebih cerah dengan kemampuan yang memadai.

Kerjasama Komprehensif untuk Generasi Penerus

Kekhawatiran anak-anak yang fokus pada pekerjaan dibandingkan pendidikan menunjukkan kesulitan sosio-ekonomi yang lebih komprehensif. Penyelesaiannya memerlukan kerja sama tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari rumah tangga, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Pendidikan adalah investasi finansial jangka panjang, dan memastikan akses yang setara bagi setiap anak adalah kewajiban bersama. Dengan bantuan yang tepat, kami dapat mengupayakan setiap anak di Jakarta mencapai kapasitas penuhnya tanpa perlu harus memilah-milah antara buku dan kebutuhan sehari-hari.

Kota Tual Gemilang: Puluhan Siswa Melaju ke Ajang Nasional Wakili Maluku!

Kota Tual, Maluku — Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia bagian timur, Kota Tual kembali meraih prestasi luar biasa di bidang akademik dan kompetensi pelajar. Hari ini, 23 siswa berprestasi dari berbagai jenjang di Tual resmi dikukuhkan sebagai duta pendidikan Maluku untuk bersaing di panggung nasional setelah melewati seleksi ketat di antara ribuan peserta dari Maluku Timur.

“Kami sangat bangga dengan prestasi luar biasa yang dicapai oleh putra-putri terbaik Kota Tual. Mereka adalah harapan baru bagi Maluku, siap mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual dalam sambutannya pada acara pelantikan.

Kinerja tercapai

Para siswa ini meraih posisi juara 1 dan 2 dalam berbagai kompetisi tingkat provinsi seperti:

  • Olimpiade Sains Nasional (OSN) dalam bidang IPA, Matematika, dan IPS
  • Lomba Debat Bahasa Indonesia
  • Lomba Cipta Karya Tulis Ilmiah (KTI)
  • Kompetisi Kesenian dan Keterampilan (tari, vokal, dan seni lukis)

“Bahkan, salah satu siswa dari SMP Negeri 1 Tual berhasil menjadi juara nasional dalam OSN bidang IPA, menandai sejarah pertama kali bagi Tual di tingkat nasional,” tambah seorang master yang terlibat dalam pelatihan seleksi.

Sekolah Terbaik dan Pelatihan Intensif

Beberapa sekolah yang paling banyak mengirimkan wakil termasuk:

  • SD NEGERI 15 Tual
  • SMP Negeri 1 Tual
  • SMA Negeri 1 Tual
  • SMK Negeri 1 Tual
  • SMP Islam Al-Falah

Para peserta menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan terakhir yang dipimpin oleh tim master pembimbing dari Dinas Pendidikan dan mitra pendidikan dari Universitas Pattimura, dengan fokus utama pada pembinaan psychological, strategi kompetisi, serta kesiapan akademik dan fisik

Dampak Jangka Panjang

Program ini lebih dari sekadar lomba; ini adalah bagian dari visi strategis Kota Tual untuk:

  1. Meningkatkan kedudukan pendidikan di wilayah Maluku Timur
  2. Menciptakan rencana pelatihan siswa berprestasi yang berkelanjutan
  3. Menarik perhatian pemerintah dan lembaga donor untuk berinvestasi dalam pendidikan di daerah terdepan

“Tual tidak lagi sekadar kota di ujung dunia– sekarang Tual adalah kota berprestasi. Semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk terus berkarya dan meraih prestasi,” ungkap Ketua Komite Sekolah Kota Tual.

Langkah Selanjutnya

Tim pelatihan akan terus mempersiapkan siswa hingga hari H, termasuk dengan:

  • Simulasi kompetisi di tempat yang mirip dengan location nasional
  • Bimbingan psikologis untuk mengatasi tekanan kompetisi
  • Kunjungan studi banding ke kota-kota dengan prestasi pendidikan unggul

Diharapkan, tahun ini Kota Tual akan mencatatkan pencapaian yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya dan bahkan menjadi daerah pertama di Maluku dengan perwakilan dalam lima kategori kompetisi nasional pada saat yang sama.

.

Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di Kalsel: Mengasah SDM Unggul dari Desa

Banjar, South Kalimantan – Memperingati ulang tahun ke-21 dengan minat yang luar biasa pada 29 April 2024, SMP NEGERI 2 PENGARON tidak hanya menandai titik balik historis namun juga meningkatkan dedikasi terus menerus untuk membangun Kualitas Pendidikan Regional Berdasarkan nilai kualitas dan kemandirian.

Puncak acara ulang tahun ke-21 terjadi di auditorium sekolah, berpartisipasi oleh Personel profesional Guv Kalimantan Selatan tentang Urusan Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM), Husnul Khatimah mewakili Guv of Kalsel, Sahbirin Noor Dalam pidatonya, Khatimah menyoroti bahwa SMP Negeri 2 Pengaron bukan hanya tanda perkembangan instruksional namun juga a contoh yang bagus yang membutuhkan pengkondisian tambahan.

“Ketika SMP Negeri 2 Pengaron memasuki tahun ke -21, diharapkan sekolah akan melanjutkan tembakan terbaik untuk memajukan pendidikan di Kalimantan Selatan,” kata Husnul Khatimah. “Kita harus membangun personel luar biasa yang disertifikasi dan memiliki karakter- terdiri dari lulusan dari SMP Negeri 2 Pengaron.”

Mengembangkan pendidikan berdasarkan prospektif regional

Mengingat bahwa dimulai pada tahun 2003, SMP Negeri 2 Pengaron benar -benar berkembang dari sekolah rutin menjadi yang diakui Sekolah gerak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Fokus utama sekolah sebenarnya telah pindah dari a ‘Memahami Kursus’ ke ‘Knowing Life’ :

  • Eksekusi Pengetahuan Berbasis Proyek (PJBL)
  • Memperkuat literasi dan kewirausahaan digital
  • Partisipasi peserta pelatihan dalam program pekerjaan sosial
  • Kemajuan kurikulum berdasarkan budaya regional dan keberlanjutan ekologis

“Sekolah ini bukan hanya lokasi untuk mengetahuinya- namun laboratorium kehidupan, di mana setiap peserta pelatihan termotivasi untuk menjadi perwakilan modifikasi,” membahas kepala sekolah dalam pidatonya.

Prestasi beresonansi di tingkat regional dan nasional

Lebih dari dua puluh tahun, SMP Negeri 2 Pengaron sebenarnya telah menghasilkan banyak peserta yang berprestasi secara nasional:

  • 96% lulusan terus ke universitas negeri
  • 12 peserta menerima Pesaing Ilmu Nasional (KSN) di bidang yang berbeda
  • Beasiswa lengkap dari berbagai universitas nasional
  • Pemenang pesaing pengembangan trainee tingkat provinsi dan nasional

Keberhasilan ini bukan kebetulan- namun berkembang dari a Lingkungan menemukan kolektif, instruktur yang setia dan menyelesaikan bantuan dari pemerintah kota dan lingkungan.

Visi Masa Depan: Struktur Sekolah Gerakan Negara

Untuk mengenali visinya yang tahan lama, SMP Negeri 2 Pengaron mengungkapkan metode baru yang akan diperkenalkan pada tahun 2025:

  • Program Peserta Latihan Masa Depan (SBM) : Pelatihan dalam manajemen, kewirausahaan, dan manajemen pekerjaan
  • Kemitraan dengan start-up regional dan UMKM untuk pelatihan tugas dunia nyata
  • Fasilitas an Sekolah yang sadar secara ekologis dengan tanah pertanian yang dikelola siswa
  • Kemajuan Portofolio Digital sebagai persyaratan untuk pemeriksaan peserta pelatihan terakhir

“Pendidikan tidak hampir mengejar nilai- namun tentang memproduksi individu yang dapat menghadapi hambatan di masa depan dengan kemampuan, moral, dan semangat manajemen,” termasuk kepala sekolah.


“Sekolah kecil dari sebuah kota dapat memicu perkembangan yang luar biasa. SMP Negeri 2 Pengaron benar -benar menunjukkan hal itu.” — South Kalimantan Guv’s Professional Personnel, Husnul Khatimah

.

Pendanaan Rp 2 Juta untuk Siswa Miskin: Inisiatif Pendidikan Gratis di SMK Brebes

Brebes, Jawa Tengah– Pada 27 MEI 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program Kemitraan Sekolah melibatkan empat SMK swasta di Kabupaten Brebes sebagai sekolah mitra Untuk memberikan pendidikan bebas kepada siswa berstatus afirmasi, kurang mampu, sangat miskin, dan miskin ekstrem.

Ruang Lingkup Program

  • Akreditasi minimum B adalah persyaratan utama agar sekolah dapat bergabung dalam jaringan kemitraan.
  • Setiap sekolah menerima maksimal 36 siswa per rombongan belajar (Rombel) dengan overall kuota melebihi 5.000 siswa secara provinsi– program ini adalah yang pertama sejenis di Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK
  • Rp 2.000.000 per siswa diberikan langsung ke setiap sekolah untuk menutupi kebutuhan harian, seragam, sepatu, serta biaya asrama jika diperlukan– paket komprehensif ini membuat pendidikan menjadi bebas bagi keluarga penerima manfaat. SMK MUHAMMADIYAH PAGUYANGAN

“Sekolah ini gratis dari gubernur. Ada juga sekolah boarding lengkap, sekolah semi-boarding, dengan beberapa siswa dalam satu rombel di asramakan, semua dibebaskan dari biaya, termasuk kebutuhan harian, baju, sepatu, hingga pendidikan.”– Djatnika Ainul Karim Kasubag TU Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah.

Dampak yang Diharapkan

  1. Peningkatan Akses Pendidikan bagi ribuan anak dari keluarga kurang mampu, mengurangi angka putus sekolah.
  2. Peningkatan SDM vokasi melalui SMK yang sudah terakreditasi B, mempersiapkan lulusan untuk dunia industri.
  3. Pengurangan beban ekonomi keluarga karena semua kebutuhan pendidikan dan asrama sudah ditanggung pemerintah.
  4. Sebagai design replikasi bagi kabupaten lain di Jawa Tengah maupun provinsi lain, menjadikan kemitraan publik-swasta sebagai strategi utama pemerataan pendidikan.

Langkah Selanjutnya

  • Dinas Pendidikan Wilayah XI akan Pantau implementasi dan menyusun laporan evaluasi setiap term untuk memastikan kualitas pembelajaran terjaga.
  • Ekspansi program ke lebih banyak SMK swasta di provinsi diproyeksikan pada tahun 2026, dengan sasaran menambah kuota hingga 8.000 siswa .
  • Sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat desa-kota tentang hak memperoleh pendidikan gratis, guna memaksimalkan penggunaan kuota.

“Program kemitraan yang dilakukan oleh Pemprov Jateng mampu menambah kuota hingga lebih dari 5.000 siswa . Program ini adalah yang pertama di Indonesia dan memenuhi janji politik kami, memberikan akses pendidikan bagi siswa miskin.”– Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK .

.

Peningkatan UMKM Desa Belo melalui Inovasi Kemasan Tepung Mocaf oleh Mahasiswa KKN

Memperkuat usaha kecil dan menengah, meningkatkan ekonomi Desa Belo: Inisiatif Kemasan Inovatif Siswa untuk Tepung MOCAF

Desa Belo, Ganra District, Soppeng Regency – On 5 Agustus 2025program inovatif diadakan di Balai Desa Desa Belo, menyoroti upaya untuk memperkuat UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) melalui strategi pengemasan modern. Acara ini diprakarsai oleh Siswa Layanan Masyarakat Tematik (KKN) dari Universitas Hasanuddinbatch 114. Mereka memperkenalkan produk bernilai tambah: Tepung MOCAF yang berbasis CASSAVA.

“Produk ini adalah hasil dari upaya siswa KKN sendiri, yang dirancang dengan kemasan modern yang menarik untuk menunjukkan pentingnya nilai tambah melalui kemasan yang baik,” kata Cerita rakyatsalah satu peserta KKN UNHAS.

Program ini lebih dari sekadar sesi pelatihan; itu juga termasuk Sosialisasi dan distribusi langsung kemasan tepung mocaf ke Chif desa wahyu asharie. Dalam sambutannya, kepala desa menyatakan harapan bahwa inisiatif ini akan memotivasi komunitas desa untuk secara kreatif dan berkelanjutan mengembangkan potensi lokalterutama dalam memperkuat ekonomi desa. SMAN 2 LUWU TIMUR

Fokus program

  • Kemasan Inovatif: Desain modern dan menarik untuk meningkatkan nilai produk.
  • Memberdayakan MSM: Membantu pengusaha lokal dalam memahami pentingnya branding dan pemasaran produk.
  • Kolaborasi Akademik-Komunitas: Siswa KKN memberikan pengetahuan teknis dan dukungan lapangan.

Dampak yang diharapkan

  1. Peningkatan pendapatan untuk petani singkong lokal dan produsen tepung MOCAF.
  2. Perkembangan wirausaha melalui pengemasan dan pelatihan pemasaran digital.
  3. Model yang dapat ditiru Untuk desa lain di Sulawesi Selatan dengan potensi agraria yang sama.

Langkah selanjutnya

Siswa KKN berencana untuk memperluas program ke desa tetangga, menggabungkan Pelatihan Pemasaran Online Dan Standardisasi Kualitas Produk untuk MOCAF. Dalam jangka menengah, diharapkan produk dapat memasuki pasar regional dan bahkan nasional.

“Melalui program ini, diharapkan komunitas Desa Belo akan lebih didorong untuk secara kreatif dan berkelanjutan mengembangkan potensi lokal,” tambah Cerita rakyat.

SMPN 8 Yogyakarta Triumphs with Gold at 2025 Bali Choir Festival

SMPN 8 Yogyakarta sekali lagi mencapai tonggak mengesankan di panggung internasional. Pada 1 Agustus 202518 siswa dari SMA 8, bersama perwakilan dari SMPN 1 Jogja, dengan bangga kembali ke rumah dengan a medali emas di Musik agama kategori di Festival Paduan Suara Internasional Bali (BICF) 2025 held at Balai Budaya Giri Nata Mandala, Badung, Bali.

“Sebanyak 18 siswa dari sekolah ini berhasil membawa pulang medali emas di babak kejuaraan di Bali International Choir Festival (BICF) yang diadakan pada 1 Agustus 2025, di Bali.” – – Harian Jogja

Latar belakang festival

BICF 2025 menyatukan lebih dari 3.500 penyanyi dari 40 negaramenjadikannya kompetisi paduan suara terbesar di wilayah Asia-Pasifik. Kompetisi ini menampilkan berbagai kategori, mulai dari Paduan suara campuran ke Paduan suara anak -anakdengan standar penilaian internasional. SMP PIRI 2 YOGYAKARTA

Achievements of SMPN 8 Yogyakarta

Persiapan intensif

  • Praktik harian selama 6 bulan dengan pelatih vokal profesional dan guru musik.
  • Kolaborasi lintas sekolah untuk memperkaya keragaman dan harmoni vokal.
  • Program Ekstrakurikuler Khusus menekankan disiplin, kerja tim, dan apresiasi budaya.

Reaksi dan dukungan

  • The Principal of SMPN 8, Mr. Hadi Susantomenyatakan, “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa berinvestasi dalam seni dapat mengarah pada pencapaian internasional.”
  • Kantor Pendidikan Kabupaten Sleman Rencana untuk meningkatkan anggaran untuk program musik di semua sekolah menengah pertama.
  • Orang tua dan komunitas mengadakan upacara penyambutan di sekolah, menandai kebanggaan kolektif dalam pencapaian.

Dampak jangka panjang

  1. Memperkuat identitas budaya melalui interpretasi musik agama yang diakui secara internasional.
  2. Inspirasi untuk siswa lain di Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam kegiatan artistik.
  3. Peluang jaringan dengan lembaga musik nasional dan internasional, membuka pintu beasiswa dan lokakarya masterclass.

Prospek masa depan

Itu Gita Maizan Children Choir bertujuan untuk Berpartisipasi dalam BICF 2026 dengan menambahkan 25 peserta dan memperluas repertoar mereka untuk memasukkan Paduan suara kontemporer. Sekolah juga berencana untuk mengintegrasikan a Program Teknologi Musik untuk memadukan vokal tradisional dengan produksi digital.

Dialog Emansipasi: Ketua TP-PKK Lampung dan Pramuka SMA Al-Kautsar Diskusikan Peran Wanita

Bandar Lampung – Pada hari Kamis (26 Juni 2025), Pramuka SMA Al-Kautsar mengundang Purnama Wulan Sari Mirza Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Lampung, untuk berbagi wawasan dalam acara Diskusi Manajemen 2025 .

Wulan, yang juga memegang posisi sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung menekankan bahwa peran perempuan sangat penting dalam pembangunan provinsi Dia menyatakan,” Kontribusi dan peranan wanita sangat diperlukan untuk pembangunan Lampung; dengan pemberdayaan dan emansipasi hak-hak perempuan, kesetaraan gender menjadi program utama yang harus diperjuangkan.

3 Elemen Penting untuk Pembangunan

Wulan menjelaskan tiga pilar yang harus dimiliki oleh generasi muda, khususnya anggota Pramuka:

Pramuka sebagai Ladang Kepemimpinan

Ketua TP-PKK menyoroti peran Pramuka dalam menumbuhkan nilai kedisiplinan, gotong-royong, edukasi, dan kepemimpinan . Dia memuji program itu Scoutpreneur 2025 yang mendorong para siswa untuk mengembangkan usaha kreatif. Salah satu produk unggulan adalah gantungan kunci yang kini telah dipasarkan secara luas, membuktikan keberhasilan mengintegrasikan pendidikan official dengan kewirausahaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda, terutama perempuan, akan pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan, dan emansipasi wanita,” ujarnya.

Harapan dan Aspirasi Pramuka

Perwakilan Sekolah Menengah Al-Kautsar-Muhammad Abdullah Azzam, Ghaziah Nabila Fairuz, Nayaka Barah Bastari, Siti Fatimah Azzahra, dan Aqilah Althafunisa– Menyampaikan aspirasi mereka pada masalah kesetaraan gender dan menekankan pentingnya persiapan menghadapi tantangan di masa depan. Azzam menambahkan, “Melalui dialog ini, kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan kompetitif.” SMAS Immanuel Bandar Lampung

Dengan kolaborasi antara TP-PKK, Dekranasda, dan Pramuka, Wulan mengakhiri pertemuan dengan seruan: “Perempuan tidak hanya penerima, tetapi juga pencipta keputusan dalam proses pengembangan.”

.